Ikan Cakalang

Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan berukuran sedang dari familia Skombride (tuna). Satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus.

Cakalang terbesar, panjang tubuhnya bisa mencapai 1 m dengan berat lebih dari 18 kg. Cakalang yang banyak tertangkap berukuran panjang sekitar 50 cm.

Nama-nama lainnya di antaranya cakalan, cakang, kausa, kambojo, karamojo, turingan, dan ada pula yang menyebutnya tongkol padahal ia bukanlah tongkol. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai skipjack tuna.

Cakalang dikenal sebagai perenang cepat di laut zona pelagik. Ikan ini umum dijumpai di laut tropis dan subtropis di Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan Samudra Atlantik.

Cakalang tidak ditemukan di utara Laut Tengah. Hidup bergerombol dalam kawanan berjumlah besar (hingga 50 ribu ekor ikan).

Makanan Ikan Cakalang berupa ikan, krustasea, cephalopoda, dan moluska. Cakalang merupakan mangsa penting bagi ikan-ikan besar di zona pelagik, termasuk hiu.

Dalam bahasa Jepang, cakalang disebut katsuo. Ikan cakalang diproses untuk membuat katsuobushi yang merupakan bahan utama dashi (kaldu ikan) untuk masakan Jepang. Di Manado, dan juga Maluku, ikan cakalang diawetkan dengan cara pengasapan, disebut cakalang fufu (cakalang asap).

Ikan cakalang adalah ikan bernilai komersial tinggi, dan dijual dalam bentuk segar, beku, atau diproses sebagai ikan kaleng, ikan kering, atau ikan asap.

Memiliki bentuk menyerupai ikan tuna, cakalang merupakan salah satu jenis ikan yag sering diolah menjadi masakan.

Selain rasa daging ikan cakalang yang manis dan gurih, ternyata ikan cakalang juga memiliki berbagai manfaat yang baik bagi kesehatan.

Berbagai kandungan gizi seperti vitamin A, kalsium, protein, zat besi, omega 3, dan nutrisi lainnya akan kita dapatkan bila mengkonsumsi ikan ini.

Ikan cakalang bagus untuk :
  • Mencegah penyakit jantung karena kaya omega 3.
  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi karena mengandung vitamin D.
  • Membentuk sel pembuluh darah dan jantung janin.
  • Mencegah penyakit alzheimer karena juga mengandung Omega 6.

Tubuh berbentuk memanjang dan agak bulat, dengan dua sirip punggung yang terpisah. Sirip punggung pertama terdiri dari jari-jari tajam.

Sirip punggung kedua yang terdiri dari 14-15 jari-jari lunak, diikuti oleh 7-9 sirip tambahan berukuran kecil. Sirip dubur berjumlah 14-15 jari-jari, diikuti oleh 7-8 finlet.

Sirip dada pendek, dengan 26-27 jari-jari lunak. Di antara sirip perut terdapat dua lipatan kulit yang disebut taju interpelvis. Busur (lengkung) insang yang pertama memiliki 53-63 sisir saring.

Bagian punggung berwarna biru keungu-unguan hingga gelap. Bagian perut dan bagian bawah berwarna keperakan, dengan 4 hingga 6 garis-garis berwarna hitam yang memanjang di samping badan.

Tubuh tanpa sisik kecuali pada bagian barut badan dan gurat sisi. Pada kedua sisi batang ekor terdapat sebuah lunas samping yang kuat, masing-masing diapit oleh dua lunas yang lebih kecil