Tuna adalah ikan laut bangsa Thunnini, terdiri dari beberapa spesies dari famili skombride, terutama genus Thunnus.

Ikan ini adalah perenang handal (pernah diukur mencapai 77 km/jam). Tidak seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, daging tuna berwarna merah muda sampai merah tua. Hal ini karena otot tuna lebih banyak mengandung myoglobin daripada ikan lainnya.

Beberapa spesies tuna yang lebih besar, seperti tuna sirip biru Atlantik (Thunnus thynnus), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya. Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan dalam kondisi yang beragam.

Fungsi Dan Gizi Ikan Tuna

Ikan tuna memiliki kandungan protein hewani yang tinggi, asam lemak omega 3, dan vitamin-vitamin.

Ikan tuna baik sebagai penyuplai sumber protein bagi tubuh. Ikan tuna juga baik untuk mencegah stroke dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Ikan tuna terkenal sangat baik untuk kesehatan jantung dan mengurangi risiko obesitas. Ikan tuna baik sebagai pembentuk sistem umum karena mengandung vitamin B kompleks.

Ikan tuna bisa diolah menjadi berbagai macam jenis masakan, misalnya gorengan, tumisan, pepes, atau dijadikan sushi.

Ikan tuna Banyak dimanfaatkan untuk makanan pengganti ASI pada bayi dan batita. Kandungan omega 3 baik untuk perkembangan otak pada anak-anak.

Seputar Ikan Tuna

Aspek yang luar biasa dari fisiologi tuna adalah kemampuannya untuk menjaga suhu tubuh lebih tinggi daripada suhu lingkungan. Namun, tidak seperti makhluk endotermik seperti mamalia dan burung, ikan tuna tidak dapat mempertahankan suhu dalam kisaran yang relatif sempit.

Tuna mampu melakukan hal tersebut dengan cara menghasilkan panas melalui proses metabolisme. Rete mirabile, jalinan pembuluh vena dan arteri yang berada di pinggiran tubuh, memindahkan panas dari darah vena ke darah arteri. Hal ini akan mengurangi pendinginan permukaan tubuh dan menjaga otot tetap hangat. Ini menyebabkan tuna mampu berenang lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit

Tuna merupakan ikan komersial, komoditas perikanan tangkap yang penting. Dengan perkembangan teknologi alat tangkap pukat cincin (purse-seine), dalam beberapa tahun terakhir tangkapan tuna melonjak hingga lebih dari 4 juta ton pertahun.

Sekitar 68 persen dari angka tersebut berasal dari Samudra Pasifik, 22 persen dari Samudra Hindia, dan 10 persen sisanya terbagi antara Samudra Atlantik dan Laut Tengah.

Tangkapan cakalang mendominasi hingga 60% tangkapan, diikuti oleh madidihang (24%), mata besar (10%) dan albakora (5%).

Sekitar 62% produksi dunia ditangkap dengan menggunakan pukat cincin, sebesar 14% dengan menggunakan pancing rawai tuna (longline), 11% dengan pancing huhate (pole and line), selebihnya dengan alat lain-lain.

Pada 2006 Pemerintah Australia menuduh bahwa Jepang telah memanen tuna secara berlebihan (overfishing) dan ilegal, dengan menangkap 12–20 ribu ton pertahun, jauh di atas kuota yang disepakati sebesar 6 ribu ton pertahun.

Nilai kelebihan tangkapan Tuna ditaksir mencapai 2 miliar dolar (Amerika). Kelebihan penangkapan itulah yang diduga telah merusak stok tuna sirip biru.